Go

Jenis dan Cara Membuat Kalimat Dasar dalam Bahasa Jepang

Ditulis oleh Lina Budiarti
Dipublikasikan pada August 8th at 11:07pm
Share :

Kalimat dasar dalam bahasa Jepang terdiri dari kalimat positif, kalimat negatif, kalimat tanya. Kalimat dasar tersebut merupakan kalimat yang umumnya digunakan oleh pada setiap percakapan bahasa Jepang.

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas satu persatu bagaimana struktur kalimat dasar.

1. Kalimat positif sederhana dalam bahasa Jepang

Kalimat positif dalam bahasa Jepang merupakan kalimat umum dalam bahasa Jepang. Kalimat positif pun dibagi menjadi 2 yaitu positif umum dan positif lampau. Dan untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut selalu diakhiri dengan kata desu. Kalimat positif ini biasa digunakan untuk menjelaskan sesuatu.

A. Kalimat positif biasa

Pola Kalimat :

Subjek + wa + kata keterangan + desu

Note:

a. Kata keterangan dalam kalimat tersebut adalah merupakan predikat,

b. Desu dipakai untuk kalimat formal/sopan.

c. Desu menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah kalimat positif. Sedangkan kalimat negative menggunakan dewa arimasen/jya arimasen.

Contoh kalimat:

  1. Watashi wa daigakusei desu
    S wa kata keterangan desu

Arti:

Saya adalah seorang mahasiswa.

2.

Kyou wa samui desu
S wa kata keterangan desu

Arti:

Hari ini dingin

B. Kalimat positif lampau

Kalimat positif lampau digunakan pada saat hal yang dibicarakan sudah terjadi. Perbedaan Antara kalimat positif lampau dan kalimat positif dasar hanya ada pada perubahan kata desu menjadi deshita.

Pola Kalimat :

Subjek + wa + kata keterangan + deshita

Contoh kalimat:

  1. Kinou wa ame deshita
    S wa kata keterangan deshita

Arti:

Kemarin hujan.

2.

ototoi wa shiken deshita
S wa kata keterangan deshita

Arti:

Dua hari yang lalu ujian.

  1. kinou wa atsui deshita
    S wa kata keterangan deshita

Arti:

Kemarin panas.

2. Kalimat negatif dalam bahasa Jepang.

Kalimat negatif dalam bahasa Jepang digunakan untuk membuat penyangkalan pada suatu pembicaraan. Struktur kalimatnya sendiri hampir sama dengan kalimat positif hanya saja yang membedakan adalah desu dirubah menjadi dewa arimasen/ jya, arimasen. Sama seperti halnya kalimat positif, kalimat negatif ini pun dibagi menjadi 2 yaitu kalimat negatif biasa dan kalimat negatif lampau.

A. Kalimat negatif biasa

Pola kalimat :

Subjek + wa + kata keterangan + jya arimasen

Contoh kalimat :

  1. Andi san wa sensei jya arimasen
    S wa kata keterangan jya arimasen

Arti:

Andi bukanlah guru

  1. Kyou wa atsui jya arimasen
    S wa kata keterangan jya arimasen

Arti:

Hari ini tidak panas.

  1. Toshokan wa suupaa jya arimasen
    S wa kata keterangan jya arimasen

Arti:

Perpustakaan bukanlah pasar.

B. Kalimat negatif lampau

Pada kalimat negatif lampau akhiran Jya, arimasen hanya diubah menjadi jya, arimasen deshita.

Pola kalimat:

Subjek + wa + kata keterangan + jya arimasen deshita

Contoh kalimat:

  1. Kinou wa shiken jya arimasen deshita
    S wa kata keterangan jya arimasen deshita

Arti:

Kemarin tidak ujian .

  1. Senshuu wa yasumi jya arimasen deshita
    S wa kata keterangan jya arimasen deshita

Arti:

Minggu lalu tidak libur.

3. Kalimat Tanya pada bahasa Jepang

Dalam pembuatan kalimat bahasa Jepang, kita hanya tinggal menambahkan partikel ka dibelakang kalimat pada setiap kalimat. Pada umumnya, dalam kalimat tanya bahasa Jepang tidak menggunakan tanda tanya. Karena partikel ka sendiri sudah menunjukkan tanda tanya.

Contoh kalimat:

1. Kinou wa ame deshita ka.

Arti:

Apakah kemarin hujan ?

2. Sushi wa nihonryouri desu ka.

Arti:

Apakah sushi makanan jepang?

3. Tanaka san wa isha desu ka.

Arti:

Apakah Tanaka seorang dokter?

Sekian untuk materi pembelajaran kali ini. Semoga dapat membantu.

Selamat belajar ^^

Artikel Lainnya

Talk with vs Talk to
Once, One Day, dan At Once
Perbedaan Same, Similar, dan Identical
Come
Hari Libur di Korea Selama Satu Tahun
©2019 BelajarBahasa.ID
Developed by Kodelokus Cipta Aplikasi